Resensi Novel Hairless
Tuhan,
Genapkanlah Kebahagiaanku!
Judul buku :
Hairless
Pengarang :
Ranti Astria Hannah
Penerbit :
GagasMedia
Kota tempat terbit :
Jakarta Selatan
Tahun terbit :
2011
Tebal :
298 halaman
Harga : Rp 39.000,00
Bagaimana rasanya ketika di usia belum
genap 25 tahun
sudah menjadi dokter, istri dan
sedang mengandung anak pertama, lalu divonis memiliki kanker? Sang penulis, Ranti Astria Hannah,
ada survivor kanker payudara. Buku ini merupakan memoar atau kisah
nyata dari pengalaman penulis menghadapi kanker payudara.
Berawal di usia kehamilannya yang baru
7 bulan, ia dan
suaminya, Pandu, menemukan sebuah benjolan di
bagian payudara kanannya.
Ranti sempat tidak percaya bahwa itu adalah pertanda kanker. Ia berusaha untuk
tetap berpikiran positif dan menganggap itu hanya muncul karena pengaruh hormon
estrogen.
Kekhawatiran Ranti akhirnya terjadi
juga. Setelah pemeriksaan demi pemeriksaan
dilakukan Ranti, sampai ketika ia pergi ke Singapura, barulah diketahui bahwa
benjolan itu positif kanker. Semenjak itu perjuangan Ranti dimulai.
Masa-masa menanti kelahiran anak pertamanya ikut terbebani perasaan campur aduk
akan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi pada pasien kanker. Segala
impian untuk memberikan ASI eksklusif untuk anaknya dan segala bayangan kebahagiaan
akan hadirnya buah hati mulai tercemari ketakutan-ketakutan Ranti akan kanker.
Setelah melahirkan, Ranti melakukan
pengobatan di National University Hospital, Singapura. Ditemani Mama,
Papa atau Suaminya tercinta, Pandu, Ranti bolak-balik Indonesia-Singapura-Indonesia
berjuang melawan kanker ganas yang dimilikinya. Ia harus menerima vonis
mastectomy, menjalani radiotherapy, dan menempuh kemoterapi yang mengakibatkan
rontoknya rambut, muntah-muntah, menopause sementara. Belum lagi kemungkinan
bahwa kankernya bisa diturunkan melalui gen, berarti ada kemungkinan
orang-orang terdekatnya juga bisa memiliki kanker yang sama.
"Memang
pasti berat menghadapi penyakit kanker ini, tapi bila mereka bisa menghadapi
cobaan, saya yakin mampu juga melewatinya." (hlm. 134). Dengan
ketegaran dan dukungan orang-orang terdekatnya, Ranti bertekad akan memenangkan
perjuangan ini. Kelak suatu hari ia akan dikenal sebagai seorang survivor,
bukan korban dari Kanker. Di buku ini juga diceritakan bagaimana Ranti bersikap sebagai anak muda yang masih butuh teman buat ngasih
perhatian, becandaan, ketawa atau nangis. Juga sebagai teman yang saling
bersikap dewasa, merencanakan masa depan, dan menghadapi kenyataan.
Hairless merupakan sebuah buku nonfiksi yang ditulis oleh
Ranti Hannah sendiri. Bahasanya tidak kaku, ceritanya inspiratif
dan sangat menyentuh.
Namun, ada beberapa istilah kedokteran yang sulit dimengerti. Banyaknya
kata-kata bahasa Inggris kadang sedikit mengganggu. Kekuatan dari buku ini adalah
pesan yang ingin ditinggalkan oleh penulis. Bukan cerita haru yang membuat
pembacanya menangis dan merasa iba kepada Ranti, melainkan agar kita bisa
melihat bahwa seorang survivor kanker mampu untuk menghadapi kehidupan ini. Selain
itu dibuku ini juga ada informasi penting yang bisa ketahui mengenai penyakit
tersebut dan membuka wawasan bagi kita para wanita.
Buku
ini sangat layak dibaca bagi para wanita, baik remaja maupun yang dewasa karena
di dalam buku ini informasi tentang
kanker payudara yang sangat bermanfaat bagi semua wanita. Dan untuk para lelaki
juga dapat membaca buku ini, dengan membaca buku ini, saya harap akan banyak
Pandu-Pandu lainnya yang bisa tetap kuat dan tegar serta mencintai istrinya apa
adanya.



